Friday, December 16, 2011

Akibat Buruk Ketergantungan Terhadap Internet

Dampak Kecanduan Internet Picu Depresi Bahaya Negatif Teknologi Dunia Maya. Berselancar di dunia maya berlama-lama dapat menguak sisi gelap seseorang. Semakin seseorang kecanduan internet, maka semakin dia akan dibuat depresi.
Hasil studi dari Catriona Morrison dan timnya dari University of Leeds, Inggris menemukan, semakin lama menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, internet akan semakin memicu perasaan tidak bahagia pada diri seseorang.

Dampak buruk internet pada psikologis tersebut dipengaruhi oleh depresi dan kecanduan internet. Kemungkinan besar disebabkan karena orang-orang yang kecanduan internet umumnya telah menganggap dunia maya menjadi pengganti aktivitas normal mereka sehari-hari.

"Internet memainkan peranan besar dalam kehidupan modern. Namun perlu diingat pula berbagai keuntungan yang didapat dari internet tak lepas dari sisi gelap yang menemaninya," kata Morrison seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/2/2010).

Dalam studi yang melibatkan 1.319 partisipan ini, peneliti mewawancara orang-orang berusia antara 16 hingga 51 tahun. Mereka diminta menaksir kadar ketergantungan terhadap internet dan depresi yang ditimbulkan.

"Terdapat kesesuaian yang sangat tinggi antara lama waktu yang dihabiskan untuk berinternet dengan tingkat depresi yang ditimbulkan," kata Morrison.

Rata-rata tingkat depresi mereka diketahui lima kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak kecanduan internet. Studi ini juga menemukan, para pecandu internet yang umumnya berusia 21 tahun menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengunjungi situs porno, game online dan komunitas online
Akibat negatif kecanduan internet menyebabkan depresi rasa tidak bahagiaburuk bagi kesehatan.

cara mengeolala keuangan yang baik

Di masa modern ini khususnya anak muda banyak yang mulai melupakan nilai dari sebuah uang. Mereka banyak yang tidak mengetahui betapa sulitnya mencari selembar uang. Harus dimulai dari dini pengelolaan uang itu dilakukan, agar kelak tidak akan mudah melakukan penghamburan uang. Dengan berubahnya zaman maka semua harga kebutuhan pun lambat laun semakin meningkat begitu juga dengan jumlah kebutuhan kita yang seiring dengan pertambahan umur. berikut ini cara-cara mengelola keuangan yang diukur sesuai dengan kebutuhan kita dalam jangka pendek ataupun jangka panjang :
1.Buat Perencanaan Uang
Buatlah sebuah perencanaan anda ingin membeli apa, dengan tujuan apa, dan berapa yang anda harus keluarkan untuk membeli apa yang anda inginkan tersebut. Dengan ini anda akan mengetahui berapa uang yang anda akan keluarkan kelak dan anda juga dapat mengetahui uang sisa anda yang anda bisa tabungkan. Jadi uang tersebut tidak akan terbuang sia-sia karena anda mau tidak mau harus menjalankan apa yang sudah anda rencanakan sebelumnya.
2.Buat Perhitungan Pendapatan dan Pemasukan
Dengan adanya sebuah perhitungan pendapatan da pemasukan maka anda akan mengetahui selisih dari pendapatan dan pemasukan anda kira-kira dalam sebulan. Ini akan memudahkan anda untuk menyisihkan kelebihan uang untuk ditabung ataupun mengintropeksi diri untuk mengurangi kebutuhan yang mungkin tidak terlalu penting ke depannya.
3.Mencoba Hidup Hemat
Mungkin ini cara yang agak susah untuk mengubah gaya hidup anda menjadi lebih hemat. Anda harus mengurangi membeli barang yang anda sukai atau berpergian yang tidak bertujuan. Tapi saya mengingatkan bahwa hidup hemat itu bukan berarti harus pelit terhadap orang lain ataupun dirisendiri. Hidup hemat itu mengatur kadar pentingnya tindakan anda saat mengeluarkan sejumlah uang. Karena semakin penghasilan anda besar berbeda pula kadar hemat yang harus dilakukan.
4.Jangan Mudah Untuk Berhutang
Hutang adalah perilaku yang membuat seseorang addicted. Bila anda pernah berhutang satu kali ada kemungkinan untuk ingin berhutang lagi. Berhutang adalah cara cepat untuk mencapai sesuatu yang anda inginkan, Tapi dapat menjadi kebiasaan buruk bila dilakukan terus-menerus di saat anda tidak bisa melunasi hutang tersebut dan segala pengelolaan keuangan anda menjadi berantakan karena hutang yang menumpuk dan bunga yang besar.
5. Menabung
Ini yang paling penting dari pengelolaan keuangan. Karena segala kebutuhan anda kedepan bergantung pada tabungan anda. Sebaiknya tabungan dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan anda. Misalkan : tabungan untuk masa depan anda , tabungan untuk anda pakai dalam jangka pendek.Dengan ini akan memudahkan kita untuk menyisihkan pendapatan kita dan tidak mudah untuk mengambil tabungan untuk kebutuhan yang tidak begitu penting.

Sumber : adhika-rmd.blogspot.com

pengertian dan unsur-unsur kalimat

Berikut ini ada beberapa pengertian  yang dikemukakan oleh para ahli tentang arti kalimat:

Kalimat merupakan satuan bahasa yang secara relative dapat berdiri-sendiri, mempunyai pola intonasi akhir dan terdiri-dari ataus klausa (Cook, 1971;Elson dan Picket, 1969).

Kalimat adalah suatu bentuk linguistis, yang tidak termasuk ke dalam suatu bentuk yang lebih besar karena merupakan suatu konstruksi gramatikal (Bloomfield, 1955).

Bloomfield, Hockett (1985) menyatakan pengertian kalimat sebagai suatu konstitut atau bentuk yang bukan konstituen; suatu bentuk gramatikal  yang tidak termasuk ke dalam konstruksi gramatikal lain.

Di sisi lain, Lado (1968) mengatakan bahwa kalimat adalah satuan terkecil dari ekspresi lengkap. Pendapat lado dipertegas lagi oleh Sutan Takdir Alisyahbana (1978) yang mengatakan bahwa kalimat adalah satuan bentuk bahasa yang terkecil, yang mengucapkan suatu pikiran yang lengkap.

Sementara itu, Ramlan (1996) mengatakan bahwa Kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang diserta nada akhir turun atau naik.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan  bahwa kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang berupa klausa, yang dapat berdiri sendiri dan mengandung pikiran lengkap.
Suatu pernyataan merupakan kalimat jika di dalam pernyataan itu sekurang-kurangnya terdapat predikat dan subjek, baik disertai objek, pelengkap, atau keterangan maupun tidak, bergantung kepada tipe verba predikat kalimat tersebut. Suatu untaian kata yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Untuk menentukan predikat suatu kalimat, dapat dilakukan pemeriksaan apakah ada verba (kata kerja) dalam untaian kata itu [Sugo97]. Selain verba, predikat suatu kalimat dapat pula berupa adjektiva dan nomina.

Dalam bentuk lisan, unsur subjek dan predikat itu dipisahkan jeda yang ditandai oleh pergantian intonasi. Relasi antar kedua unsur ini dinamakan relasi predikatif, yaitu relasi yang memperlihatkan hubungan subjek dan predikat. Sebaliknya suatu unsur disebut frasa jika unsur itu terdiri dari dua kata atau lebih—tidak terdapat predikat di dalamnya—dan satu dari kata-kata itu sebagai inti serta yang lainnya sebagai pewatas atau penjelas. Biasanya frasa itu mengisi tempat subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Relasi kata yang menjadi inti dan kata yang menjadi pewatas/penjelas ini dinamakan sebagai atributif
Sumber :
wawan-junaidi.blogspot.com